Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono saat ditemui sejumlah awak media terkait kasus kematian taruna Akpol, Kamis (18/5), di Kantor Polda Jateng, Semarang.

SEMARANG, KOMPAS — Polisi masih mendalami motif penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Mohammad Adam (20), taruna Akademi Kepolisian tingkat II. Pemeriksaan di tempat kejadian masih berlangsung hingga Jumat (19/5) sore.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan, hingga saat ini sudah 35 saksi yang diperiksa. Mereka terdiri dari 21 taruna tingkat II dan 14 taruna tingkat III. Saksi diperiksa secara intensif sejak Kamis (18/5) malam. Mereka tinggal di barak yang sama dengan korban.

”Polisi sudah menyita sejumlah barang bukti di TKP. Penyelidikan terus berlangsung hingga sore ini,” ujar Condro yang ditemui Kompas di Kantor Polda Jateng, Semarang, Jumat.

Mohammad Adam ditemukan meninggal dengan luka memar di bagian dada pada Kamis sekitar pukul 02.45. Sebelumnya, kepala satuan taruna mendapatkan laporan bahwa korban dalam keadaan pingsan pada pukul 02.00. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Akpol, tetapi nyawanya tidak terselamatkan karena badan sudah kaku.

Korban kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Tingkat II Semarang untuk proses otopsi. Hasil otopsi menunjukkan ada memar di bagian dada dan luka dalam di paru-paru kanan dan kiri. Polisi memastikan Adam meninggal karena mengalami tindak kekerasan dari rekan sesama taruna.