JERUSALEM, KAMIS — Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, Kamis (7/12), menyerukan intifada baru–gerakan perlawanan massal orang Palestina–untuk merepons langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang telah mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Dalam konflik Israel-Palestina, intifada meliputi semua gerakan perlawanan untuk merebut kembali tanah Palestina pra-Israel. Aksi ini didorong oleh rasa tertindas dan kehilangan yang dirasakan oleh […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses