JAKARTA, KOMPAS — Transformasi penyebaran ajaran agama Islam yang membawa nilai kedamaian dan toleransi diperlukan pada era digital saat ini. Metode dakwah melalui sosial media yang membuka ruang dialog dinilai dapat diminati oleh generasi muda yang lekat dengan kehidupan di media sosial. Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail menilai, radikalisme yang menjurus ekstremisme saat […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses