JAKARTA, KOMPAS — Penceramah atau khatib shalat Idul Fitri diimbau senantiasa menjaga kesucian hari kemenangan dengan tidak membawakan ceramah yang mengandung pesan-pesan politik praktis. Hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah di Indonesia berdekatan dengan pesta demokrasi, yakni pemilihan kepala daerah serentak pada 27 Juni 2018. Meski demikian, para khatib diminta menghindari pesan-pesan politik dalam khotbahnya. […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses