Sebulan lalu putri seorang pemimpin partai oposisi Kamboja yang dipenjara menerima email dari seorang aktivis yang tampak baik dari sebuah organisasi nonprofit Kamboja ternama. Berminggu-minggu, si pengirim mendorong Monovithya Kem -nama sang putri- untuk membuka lampiran yang dideskripsikan sebagai [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses