“Ibu tercinta kini pergi meninggalkan cerita, pergi menyisakan arti apa itu lupa. Dalam lupa, ia meninggalkan cinta tanpa perlu mengingat siapa yang dicinta (Jakarta, 31 Juli 2018, Mira Balya A). Penggalan syair perupa ini “melelehkan” hati siapa pun yang membacanya. Selama dua tahun sejak 2015 hingga 2017, Mira memperhatikan betul masa-masa di mana Sri Darmi, […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses