PALU, KOMPAS – Perubahan tata ruang Sulawesi Tengah dipastikan akan berdasarkan risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. Saat ini tengah dilakukan kajian ilmiah untuk memetakan kawasan yang masih bisa dihuni dan harus dikosongkan. Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Longki [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses