JAKARTA, KOMPAS — Menguatnya fanatisme agama menjadi tantangan bagi gerakan perempuan di Indonesia. Pada saat bersamaan, agenda gerakan politik perempuan belum sepenuhnya tercapai. Hal itu tergambar dalam makalah yang ditulis peneliti Institut Kajian Kritis dan Studi Pembangunan Alternatif [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses