JAKARTA, KOMPAS — Belanja bunga utang yang tinggi menjadi salah satu sumber inefisiensi APBN. Beban bunga utang itu dapat dikurangi dengan disiplin fiskal menjaga defisit APBN di bawah 2,5 persen produk domestik bruto. Kepala Pusat Kajian Ekonomi Makro Universitas Indonesia Febrio Kacaribu [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses