Aku menduga, hati Ibu memang terbuat dari batu. Sejak kecil hingga 12 tahun aku hidup bersamanya, Ibu tak pernah berubah. Tawa, bahkan senyumnya, adalah fenomena langka yang nyaris tak kutemui setiap hari. Meski begitu, seulas senyumnya pernah mengembang ketika aku naik kelas dengan peringkat [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses