Meneruskan usaha kerajinan jaran kepang yang dirintis kakeknya pada 1931, Supriwanto (33) tak sekadar ikut mekanisme pemasaran konvensional. Dia tidak menunggu permintaan, tetapi intens memasarkan produknya lebih luas, terutama melalui media sosial.
Berkat keuletannya, banyak ”kuda” pun [...]

Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses