Ook Nugroho Laut Tak ada kata pertama dalam puisi. Kita hanya ombak sepercik tercemplung dalam buas samudra. Mungkin ada yang masih bermimpi menemu pantai – serupa garis semu antara tuju dan asal. Lupakan tiada yang kita pahami di luas tak berbelas ini. Bahkan riwayat kita larut dalam kalut [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses