Pertama kali melihat karinding tahun 2003, Iman Rahman Anggawira Kusumah (41) tak punya kesan berarti. Lima tahun berselang, dibayangi rasa penasaran tentang kisah punah karinding, dia perlahan membangun cinta pada alat musik khas Sunda itu. Lewat musik dan buku, ia menjaga suara dan cerita [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses