Merasa tak tenang menjalani hidup sebagai pembalak liar, Mahroji (42) memutuskan menjadi pencinta burung di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Bukan sarjana, apalagi profesor, ia menjadi rujukan bagi para peneliti burung di Halmahera. Kemampuannya mengenali [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses