Nusantara Tangis Fikri, Getir Warga Dikungkung Kabut Asap

KARHUTLA

Tangis Fikri, Getir Warga Dikungkung Kabut Asap

Sang bunda tak kuasa menahan tangis melihat darah menetes dari kedua bola mata anaknya. ”Perih sekali, Bunda,” kenang Sari Apriani menirukan suara Fikri (7). Mata Fikri akhirnya ditutup perban basah dan diobati dokter.

Oleh Irma Tambunan/ I Gusti Agung Angga
· 1 menit baca
Bagi mereka yang jauh dari lokasi asap kebakaran hutan dan lahan gambut, dampaknya mungkin hanya gambar pucat di layar kaca atau foto. Jauh beda dengan yang mengalami langsung. Getir, pilu. Sang bunda tak kuasa menahan tangis melihat darah menetes dari kedua bola mata anaknya. ”Perih sekali, [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses
Editor -
Bagikan