JAKARTA, KOMPAS—Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bersama Universitas Notre Dame, Amerika Serikat, pertama kali di dunia sukses menguji efektivitas repelen spasial untuk mengurangi penularan malaria. Uji klinik yang dilakukan selama 11 tahun di Sumba ini menjadi dasar penting bagi penanganan [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses