SEMARANG, KOMPAS — Perkembangan internet dan teknologi digital turut serta meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah serentak 2018. Selain berpotensi menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian, media sosial kerap difungsikan sebagai sarana transaksi kejahatan. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) M Fadil Imran mengatakan, dari 265,4 juta penduduk Indonesia, ada sekitar 40 persen atau […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses