›  
Otonomi Khusus Papua – Dinamika Formulasi Kebijakan yang Semu
Rp 69.000

Kebijakan otonomi khusus di Papua menjadi jalan tengah meredam ancaman disintegrasi yang serius dari rakyat Papua. Para aktor informal dan mayoritas rakyat Papua menolak kebijakan otonomi khusus yang ditawarkan oleh pemerintah dan para tokoh agama saat itu.

Bentuk
Clear
 

SKU: KOIDRTLPBKBKU13420000

Description

Penolakan itu diikuti dengan tidak melibatkan diri dan tidak melibatkan aktor informal Papua dalam proses formulasinya, sehingga peran pemerintah dan aktor formal lebih dominan selama formulasi kebijakan otonomi khusus tersebut. Implikasinya adalah aspirasi disintegrasi masih terus mengemuka hingga 15 tahun pelaksanaan otonomi khusus di Papua.

Buku ini secara jeli menggali dan mengkaji mengapa hal tersebut terjadi dalam perspektif konsep peran aktor dalam formulasi kebijakan publik, baik yang terjadi sebelum kebijakan otonomi khusus, selama proses formulasi dan penetapan kebijakan, serta kemajuan yang dicapai dan permasalahan yang masih terjadi selama implementasi kebijakan otonomi khusus Papua. Jalan alternatif yang bisa ditempuh adalah perbaikan model dan tahapan formulasi kebijakan tersebut, yang dapat diawali dengan rekonsiliasi dan dialog antara para aktor sebagai langkah awal memulai tahapan formulasi dan adopsi kebijakan serta penetapan kebijakan dalam rangka rekonstruksi kebijakan otonomi khusus Papua.

Additional information

Weight 0.4 kg
Dimensions 23 x 15 cm
ISBN

978-602-412-504-2

Penerbit

Penulis

Tanggal Terbit

2018

Jumlah Halaman

224

Ukuran

23 x 15 cm

Tujuan Pengiriman