Empat Babak Cornelia

Cerpen  ·

Babak Pertama Jumat malam ini, kali ketiga aku datang ke kafĂ© berjuluk “Green & Blue”. Kapal-kapal wisatawan memenuhi riak...

Perempuan Berambut Api

Cerpen  ·

Dosa terbesar saya hari ini adalah karena saya telah membiarkan rambut saya tergerai. Orang-orang memandang saya dengan kebencian yang...

Mbah Dlimo

Cerpen  ·

Bila kau ingin bertemu Kiai Amuni, datanglah ke Warung Kopi Kotok di sore hari, sekitar jam empat sampai jam lima sore. Di sana, akan kau...

Lelaki Garam

Cerpen  ·

Pada saat bersamaan ketika lelaki itu mengibaskan ujung kerah kemeja di sisi bahu yang basah oleh keringat, Jenawi tanpa sadar menjulurkan...

Hikayat Tukang Kayu

Cerpen  ·

Ketika tubuhnya menjadi lapuk digasak wabah yang tak dikenal, tak diragukan lagi, ajal Kalan sudah berada di ujung tanduk. Melihat parahnya...

Surga Pembangkang

Cerpen  ·

Herman bermain-main di dalam tubuhku. Ia bajak laut dan aku cangkang raksasa. Ia membawa sepuluh prajurit terakhir di hari menjelang...

Nio

Cerpen  ·

Namaku Nio. Tapi aku lebih suka dipanggil Nia. Bukan karena mataku tidak sipit. Bukan karena tulang pipiku tidak menonjol. Bukan karena...

Kasur Tanah

Cerpen  ·

Apa kau tidak merasa bahwa embu’ sengaja menjadikanmu sebagai sortana, menggantikan perabot yang semula ia tata rapi dalam kotak...

Tubuh Ayah Berwarna Tanah

Cerpen  ·

Seberapa lama kita sanggup melihat kembali wajah yang pernah kita kekalkan dalam foto setelah ia meninggal dunia? Tanyamu sambil mencari...

Percakapan Dua Perasaan

Cerpen  ·

Udara pagi yang segar seketika terasa sesak saat dia mulai marah-marah. Makian-makiannya merusak suasana. Seprai, kasur, dan bantal...