Boko

Cerpen  ·

1.

Puisi

Puisi  ·

Fitra Yanti tabib perawan di ladang markisa mintalah lagi aku datang padamu dalam hujan yang lain itu sebagai gadis yang berdebar menujumu menawar demam dan memijat sakit kakimu sebagai tabib perawan beraroma rempah menggebu di hidungmu...

Saat Ayah Meninggal Dunia

Cerpen  ·

Saya bertemu dengannya beberapa saat setelah ayah meninggal dunia. Saat pagi hari lebih menyerupai malam hari. Saat gurat senja lebih menyerupai lukisan nestapa. Saat kelopak bunga lebih menyerupai kelopak mata luka. Saat rintik hujan...

Jantung Hati

Cerpen  ·

Pada Selasa (10/4/2018), seniman multitalenta, Danarto, berpulang menuju Sang Mahakuasa pada usia 78 tahun. Karya-karya cerpennya sering menghiasi harian Kompas. Dari catatan Kompas, cerpen Danarto terbit pertama kali di koran ini pada...

PUISI

Puisi  ·

Kiki Sulistyo Serat Jamadat Pudar juga pijar serat jamadat di kantung jemaat, waktu ia berjalan, udara mendangkar beban, dan grup unggas meletupkan ampas. Ragu memutuskan anju, ia berdiri, berdiri saja bak patung budak. Kaki kiri atau...

Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang

Cerpen  ·

Ketika pertama kali aku melihatnya, aku sudah bertanya-tanya dalam hati. Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J. Seorang gadis cilik beralis tebal berdiri sendirian di peron,...

PUISI

Puisi  ·

MARIO F LAWI Basilika St Paulus

Peri Ayu Lembah Wilis

Cerpen  ·

35 tahun empat bulan dua hari tiba saatnya Peri Ayu Lembah Wilis menagih janji kepada Lawrence Pasa—begitu ia menamakan dirinya. Sebelumnya, ia menamakan diri Lor Ing Pasar yang berarti ”sebelah utara pasar”, sesuai...

Keberanian Arief Mengubah Perekrutan Polisi Diabadikan dalam Tulisan

Sastra  ·

JAKARTA, KOMPAS — Buku Arief Effect yang ditulis Farouk Arnaz diluncurkan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (24/3/2018). Buku ini membahas perekrutan kepolisian ala Asisten Sumber Daya Manusia Polri Inspektur Jenderal Arief...

Puisi

Puisi  ·

Dedy Tri Riyadi 101 Lampu Lemak untuk Almarhum Paman “Perlu seratus cahaya