logo Kompas.ID

Sastra

Sastra
bebas akses

Dewi Sri

Sastra·

Aku tidak sempat memperhatikan ekspresi bapakmu. Tapi aku yakin dia orang yang paling tidak siap dengan semua itu.

Sup Jelai

Sastra·

Siang itu, setelah kunjungan ke kastel yang belakangan kurang dinikmati Sekar, kami menyusuri Preseren Square. Singgah dari kedai ke kedai demi mencari sup jelai.

Menggugat Hadiah Nobel Sastra

Sastra·

Hadiah Nobel Sastra tentu saja bukanlah segalanya. Namun, suka tidak suka, Hadiah Nobel Sastra adalah sebuah tonggak pencapaian yang layak diakui wibawanya dalam peta sastra dunia.

bebas akses

Ominara

Sastra·

Ada penyesalan dalam dada Ominara menyikapi berita ini, mengapa ia selama ini menolak lamaran Zaitun yang sudah berulang kali. Kini, ia membayangkan laki-laki itu akan pergi untuk selama-lamanya.

Kuburan Kopi

Sastra·

Segudang tanya kulepaskan jadi napas panjang. Pikiran dan perasaanku silih berganti bertautan.

Belukar Pantai Sanur

Sastra·

Berewok mendekati tubuh tergeletak itu, membuka destarnya. Dadanya bergetar, rambut dan dahi lelaki seperti itu ia kenal. Ia tak percaya dengan siapa ia berhadapan ketika membuka masker lelaki itu. Berewok berteriak....

Cemara

Sastra·

Rumah kita sempit. Dan, kau tahu kita tidak mungkin membawa semua barang setiap kali pindah. Kita berpindah terus dan berpindah kemana saja.

Rahasia Semesta

Sastra·

Mana yang lebih baik, kesepian di tengah keramaian atau merasa sepi di dalam kesendirian?

Ulat Daun Emas

Sastra·

Setelah punggungmu lenyap di balik pintu pagar, kuperhatikan lagi hamparan kain yang sudah bergambar separuh pola dan bisa kusempurnakan untuk kemudian dipotong. Akan tetapi....

Ajaran Tasawuf Karjono

Sastra·

Teman-teman, hidup itu tak serumit yang kalian bayangkan. Tak sesuram yang kalian takutkan.

Halaman 1