logo Kompas.ID

Sastra

Sastra

Tutur Wani

Cerpen·

Mbak Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah mencium pipinya kanan kiri, ia menyeret tangan saya. ”Sampeyan harus berkenalan dengan keponakan baru, Wani.”…

bebas akses

Penggali Sumur yang Ingin Pensiun

Cerpen·

Om Banus masih berdiri tercenung di sumur itu. Aku tergerak untuk menemuinya. Kudapati ember dan bergegas ke sumur. Ada bersama Om Banus adalah suatu kebahagian bagiku.

PUISI

Puisi·

Segalanya mendadak beku. Obrolan yang tak kenal waktu tiba-tiba saja menjadi sangat kaku dan mulut keduanya memilih jadi bisu. Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlang…

bebas akses

Tubagus Naim

Cerpen·

Semakin dewasa, kami semakin memiliki minat yang terlihat berbeda. Minat Naim sepertinya semakin ke arah kekuatan fisik. Dia semakin menekuni bidang kanuragan.

Atavisme

Cerpen·

Komik yang Disambut Soeharto

Opini·

Dalam dunia komik Indonesia, Merebut Kota Perjuangan (1985) dapat dikatakan istimewa sebagai proyek: diberi sambutan oleh Soeharto, presiden waktu itu, dan Sultan Hamengkubuwono IX…

Nona Penyimpan Rahasia dan Tokek Raksasa

Cerpen·

Semenjak sakit, Nona tak pernah bercerita lagi tentang teman-teman laki-lakinya. Sebenarnya aku tidak memahami apa yang diceritakan olehnya. Ia tak bercerita seperti dongeng-dongeng Ibu.

Imarai dan Bulir Cahaya

Cerpen·

Imarai tak lagi mengingat sejak kapan bulir cahaya itu mulai ada di dekatnya. Saat ia terbaring di rumah sakit, dan setengah sadarkan diri, ia seperti sudah melihat bulir cahaya itu di dekatnya.

Pengelana Laut

Cerpen·

Menggantung Rasa di Ujung Sumatera

Cerpen·

Segalanya mendadak beku. Obrolan yang tak kenal waktu tiba-tiba saja menjadi sangat kaku dan mulut keduanya memilih jadi bisu.

Halaman 1