Bebas Akses

Berburu Macan

Cerpen  ·

Dengan senapan di tangan, Santo, lelaki setengah baya bertubuh kekar berambut cepak itu, berhasrat menyusup hutan lereng Gunung Merapi: berburu macan.

PUISI

Puisi  ·

Alpha Hambally Sirip Di dalam kitab biologi, tak pernah tercatat gairah mudaku. Maka kukarang kitab reproduksi, supaya ketika aku melaju tua kering, garam dan kristal tetap membentangkan ¬ arus menuju pulau hitam rekaanku yang...

Bebas Akses

Bayangan Kematian

Cerpen  ·

Kompas/Supriyanto Cartoons Suatu malam entah kapan, aku berjalan di sebuah jalan yang sepi, berbelok. Lalu berjalan lagi sekitar dua sampai tiga detik, menempuh tiga sampai lima meter, yang tak bisa kuingat pasti, sebelum sebuah jip...

Penyair Indonesia Bersastra di Rusia

Puisi  ·

Pada Festival Sastra Chekhov ini, belum pernah ada peserta asal Indonesia yang menembus proses kurasi. Bagaimana dengan tahun ini?

Celurit di Atas Kuburan

Cerpen  ·

Setiap malam Jumat, setelah azan magrib berkumandang, Brodin langsung mengambil sebilah celurit yang digantung sungsang pada paku payung berkarat di balik pintu. Laki-laki berkulit gelap itu memandikan celuritnya dengan rendaman air...

Dalam Perjalanan

Cerpen  ·

Memasuki tol, telepon genggamku yang baru kunyalakan kembali berdenting. Sebuah pesan, Ibu. Nin, jangan pernah mendendam pada siapa pun. Kamu boleh kecewa, tetapi tidak mendendam. Tahu bedanya kecewa dengan dendam? Kecewa adalah...

Nobel Sastra dan Luka-luka Politik

Sastra  ·

Pemberian Nobel Sastra 2018 dan 2019 masing-masing kepada Olga Tokarczuk dan Peter Handke membuka kembali ingatan publik tentang luka lama akibat konflik ideologi dan politik. Yang menarik, Handke dan Tokarczuk berdiri di kubu yang...

Perempuan Lukisan Nanga

Cerpen  ·

Kumiko sendirian berjalan pulang dan sosok rampingnya menghadap ke Nakashiwa yang telah ditinggalkan, kian jauh dan menjauh, diliputi bunga-bunga sakura merah yang mengalun-alun terkena angin.

Tujuh Puluhan

Cerpen  ·

Jalanan masih sepi. Apalagi setelah peristiwa ’rame-rame’ itu. Peristiwa itu, di bulan Januari itu, sudah beberapa bulan berlalu, masih di tahun yang sama, tapi laki-laki itu masih saja was-was ketika bertemu...

Dalam Amuk Badai

Cerpen  ·

Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.”