logo Kompas.ID

Cerpen

Sastra Cerpen

Kita Gendong Bergantian

Cerpen·

Misbahul ingat, pada suatu hari ketika dia sedang berjalan di Jl Arjuno, sekonyong-konyong sirene membahana. Misbahul ditarik oleh ibunya, lalu melompat ke parit.

bebas akses

Sabrina dan Dunia Kucing

Cerpen·

Sabrina dengan segera mengingat-ingat nama yang ada di kalung kucing putih itu. Sabrina merenung sekitar lima menit. Kemudian, Sabrina teringat tetangganya yang bernama hampir sama dengannya.

bebas akses

Dewi Sri

Cerpen·

Aku tidak sempat memperhatikan ekspresi bapakmu. Tapi aku yakin dia orang yang paling tidak siap dengan semua itu.

Sup Jelai

Cerpen·

Siang itu, setelah kunjungan ke kastel yang belakangan kurang dinikmati Sekar, kami menyusuri Preseren Square. Singgah dari kedai ke kedai demi mencari sup jelai.

Ominara

Cerpen·

Ada penyesalan dalam dada Ominara menyikapi berita ini, mengapa ia selama ini menolak lamaran Zaitun yang sudah berulang kali. Kini, ia membayangkan laki-laki itu akan pergi untuk selama-lamanya.

Kuburan Kopi

Cerpen·

Segudang tanya kulepaskan jadi napas panjang. Pikiran dan perasaanku silih berganti bertautan.

Belukar Pantai Sanur

Cerpen·

Berewok mendekati tubuh tergeletak itu, membuka destarnya. Dadanya bergetar, rambut dan dahi lelaki seperti itu ia kenal. Ia tak percaya dengan siapa ia berhadapan ketika membuka masker lelaki itu. Berewok berteriak....

Cemara

Cerpen·

Rumah kita sempit. Dan, kau tahu kita tidak mungkin membawa semua barang setiap kali pindah. Kita berpindah terus dan berpindah kemana saja.

Rahasia Semesta

Cerpen·

Mana yang lebih baik, kesepian di tengah keramaian atau merasa sepi di dalam kesendirian?

Ulat Daun Emas

Cerpen·

Setelah punggungmu lenyap di balik pintu pagar, kuperhatikan lagi hamparan kain yang sudah bergambar separuh pola dan bisa kusempurnakan untuk kemudian dipotong. Akan tetapi....

Halaman 1