logo Kompas.ID

Cerpen

Sastra Cerpen

Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat

Cerpen·

Enam laki-laki yang menyatakan cinta seketika menjauhinya begitu tahu ia perias mayat Sepertinya kematian dan cinta bukan jodoh yang baik Ada yang seketika pergi dengan raut pucat seakan melihat mayat Ada yang dengan sesopan mungkin…

Kombinasi Antara Sepucuk Pistol dan Sebuah Nasib Buru

Cerpen·

Mursid menekan pelatuk. Sebutir peluru melesat menembus batok kepala Pengendara Satu. Mursid tak sengaja melakukannya. Mursid panik.

Berhaji

Cerpen·

Perempuan itu mulai menjauhkan tubuhnya dari tangan keriput ibunya. Setiap kali ibunya berusaha menjangkau, dia kembali mengelakkannya. Matanya semakin garang menghunjam tatapan ibunya....

Requiem bagi Ibu

Cerpen·

Seminggu setelah kematian Ibu, dengan susah payah ia akhirnya menuntaskan puisi tentang kekasihnya yang ingkar janji. Kemurungan berulang datang merundungnya.

Agama Air

Cerpen·

Ada yang menepuk pundakku. Dan bangunlah tubuhku, bangunlah jiwaku. Aku berdiri pelan, sambil menata tubuh dan jiwaku sendiri. Pelan-pelan mata kuarahkan kepada siapa yang telah menepuk pundakku...

Revolusi

Cerpen·

Belakangan ini, sebisa mungkin, ia menghindari Nana. Begitu sering ia menyaksikan pembantaian manusia di dunia lewat monitor di ruang kerjanya, yang lamat-lamat membuat ia begitu serius menerjemahkan arti kosong.

Hari-hari Terakhir

Cerpen·

Saudara biar kukatakan kalau aku melihatnya tiba-tiba berdiri di sanadi pojok ruang dan kukira aku sudah mengunci pintu belakang rapat-rapat Jadi ia tidak datang lewat pintu belakang Ah Aku lupa kalau ia tidak butuh kunci Ia bisa masuk…

Setahun Sunyi Gamelan

Cerpen·

Dari dalam kamar, Sekar tak percaya ketika mendengar suara gamelan ditabuh di pendapa.

Dilarang Makan Babi

Cerpen·

Natal kami tak pernah sama lagi, sejak peristiwa berdarah di Mardika, Ambon, tujuh belas tahun silam. Mama, paling tegar di antara kelima anaknya yang sejak peristiwa itu memilih pindah, mengulum takdir di tanah rantau.

Ramin Tak Kunjung Pulang

Cerpen·

Ramin berhenti menoleh ke belakang tergesa menarik napasKalau saja aku tidak nekat ke sini rutuknya dalam hati Ia bergegas menerobos belukar Dari jauh terdengar deru langkah-langkah memburuSial sial sial Ramin mendesis kemejanya sobek…

Halaman 2