logo Kompas.ID

Sastra

Sastra

Menggantung Rasa di Ujung Sumatera

Sastra·

Segalanya mendadak beku. Obrolan yang tak kenal waktu tiba-tiba saja menjadi sangat kaku dan mulut keduanya memilih jadi bisu.

PUISI

Sastra·

Triyanto Triwikromo &nbsp asal usul apakah kau pernah memperkarakan asal usulmu tanyaku kepadamu pernahkah sungai bilang akulah ibu sekaligus ayahmu pernahkah kau memperkarakan tangismu tanyamu pernahkah salju bilang akulah muasal…

Sepeninggal Penulis Cerita yang Menjadi Gila

Sastra·

Barang-barang bekas di gudang yang pernah ditiduri Sapono sudah aku singkirkan.

Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat

Sastra·

Enam laki-laki yang menyatakan cinta seketika menjauhinya begitu tahu ia perias mayat Sepertinya kematian dan cinta bukan jodoh yang baik Ada yang seketika pergi dengan raut pucat seakan melihat mayat Ada yang dengan sesopan mungkin…

Kombinasi Antara Sepucuk Pistol dan Sebuah Nasib Buru

Sastra·

Mursid menekan pelatuk. Sebutir peluru melesat menembus batok kepala Pengendara Satu. Mursid tak sengaja melakukannya. Mursid panik.

Ruang untuk Saling Bercerita

Sastra·

Novel "Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini" dari Marchella FP tak cuma jadi viral dan banyak diperbincangkan, tetapi dianggap mewadahi kegundahan dan kecemasan kaum milenial. Seperti apa kisahnya sampai ada yang menangis?

Ruang untuk Saling Bercerita

Sastra·

Novel ”Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” dari Marchella FP tak cuma jadi viral dan banyak diperbincangkan, tetapi dianggap mewadahi kegundahan dan kecemasan kaum milenial. Seperti apa kisahnya sampai ada yang menangis?

Berhaji

Sastra·

Perempuan itu mulai menjauhkan tubuhnya dari tangan keriput ibunya. Setiap kali ibunya berusaha menjangkau, dia kembali mengelakkannya. Matanya semakin garang menghunjam tatapan ibunya....

Bagaikan Jambret di Kapitalistiwa

Sastra·

Irwan Ahmett dan Tita salina menampilkan Bagaikan Jambret di Kapitalistiwa The Archive of Violence di Goethe Institut, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Requiem bagi Ibu

Sastra·

Seminggu setelah kematian Ibu, dengan susah payah ia akhirnya menuntaskan puisi tentang kekasihnya yang ingkar janji. Kemurungan berulang datang merundungnya.

Halaman 2