PUISI

Puisi  ·

RAMOUN APTA Rahasia dari Perut Dapur Setelah dipanggang, caluk mekar Bagai rengkah mawar. Kugerus ia Garpu demi garpu. Kutabur ia ke dalam gelimang cabai, bawang Dan tomat yang digoreng dengan minyak kelapa. Lalu...

PUISI

Puisi  ·

Esha Tegar Putra Pada Tilam Bergabuk Pada tilam bergabuk selimut lama sulam bulu domba telah aku sematkan lagu suci itu. Di luar, hujan menjadi berulang kali menjadi dingin benar tak tertanggungkan derik kulit serangga...

PUISI

Puisi  ·

Kurnia Effendi Di Bawah Bayang-bayang Jokpin Aku dan bayang-bayang berjanji Untuk tidak saling membayangi Pada malam pekat aku berlari cepat Menyeberangi mimpi ke tepi pagi Bernaung bayang-bayang gedung Kunanti matahari...

PUISI

Puisi  ·

Beni Setia Aerobik pada Usia 60-an selalu aku proyeksikan angan-angan pada lahan, kanan perempatan, agak di luar kota tempat rumah dan pertokoanku nanti dibangun saat di lahan itu dibangun rumah, aku menggeser lahan impianku...

PUISI

Puisi  ·

Kiki Sulistyo Tenun Penyamun berapa simpang diperlukan untuk jalan panjang ini, kau kenang moyang yang datang sebagai pelarian, membawa parang, hanya parang. kulit telah dikeraskan, rambut sabut biarkan merah, merah unggun, merah...

PUISI

Puisi  ·

AGIT YOGI SUBANDI Belajar Sejarah Di foto itu, saya berumur 5 tahun, berdiri di antara papa dan mama saya, di sebuah asrama tentara yang sempit, dan tangan saya memeluk diri saya sendiri yang mengenakan baju putih berdasi biru...

PUISI

Puisi  ·

Afrizal Malna buka pintu kiri seolah-olah hari ini adalah hari senin hari minggu sedang jadi mentega untuk roti pagi ini. mari. seolah-olah aku mengajak seseorang menjelang bukan seseorang aku hibur pakaian yang...

PUISI

Puisi  ·

Aji Ramadhan Surga Terakhir Para kelasi, siapkan panggung untuk rusuk tua yang dimiliki kapal ini agar tak dicuri oleh laut. Kita sambut badai dengan keceriaan dan nyanyian. Badai toh umpama flu yang membius kita agar tidur...

PUISI

Puisi  ·

fragmen negarakertagama / pisowanan mendekatlah, mendekatlah padaku, para raja taklukan, para panglima, lampu-lampu terlalu temaram untuk kesunyianku, kedamaian menyakiti tanganku kubutuhkan amis darah, kudambakan luas...

PUISI

Puisi  ·

A Muttaqin Monolog Gemek untuk Jerapah Kau tinggikan lehermu hingga 1.000 kaki supaya kau karib dengan mukjizat dan para malaekat. Kusembunyikan diriku dalam ceruk tanah agar aku akrab dengan cacing dan luwing. Kau bersahabat...

Tanggal Terbit Saya ingin melihat daftar artikel yang terbit pada tanggal...