PUISI

Puisi  ·

Senja di Iluta Rambut-rambut hujan Berjatuhan seperti cahaya Aksara-aksara dituliskan Di atas lembaran usia Remang-remang kabut Seakan menjadi batas Danau dan rakit bertaut Bagai dawat dengan kertas Ciuman-ciuman...

Puisi

Puisi  ·

Pranita Dewi Ding – bagi Wayan Gde Yudane I Setelah perang terakhir yang gagal dimenangkan Dan para korban dan pahlawan telah dikekalkan, Kita beringsut kembali ke sawah dan sanggah, Kembali ke balik gamelan dan mencoba...

PUISI

Puisi  ·

Kejahatan yang Tersembunyi Apa yang kau sembunyikan di pikiranmu. Kobar api atau sebilah pedang yang mengkilat. Atau kesal panjang yang tak pernah mengenal kata maaf. Dari menara kau mendengar seruan agar kembali. Tapi kau terus saja...

Puisi

Puisi  ·

Mustofa W Hasyim Tanah Keras Hidup seperti tanah keras, napas panas mengeringkannya. Ayah mencoba berdamai dengan usia dan musim Dengan menyalami tetangga, ada saja sapa mengajak kenduri, ayah memimpin doa di rumah-rumah...

Puisi-puisi Pendek tentang Aruna

Puisi  ·

: Dian Suci Rahmawati 1 Siang ini Kadru bermain-main dengan seribu naga Sementara kamu masih tidur dalam sebutir telur Tak apa. Tidurlah siang dan malam – apa bedanya di sana Selagi detak jantungmu adalah penanda waktuku Aku akan...

PUISI

Puisi  ·

Mashuri Malam Berkumur Ombak Bila rembulan ditikam bayang ilalang Di mana langit berbintang kusimpan Jalan-jalan penuh lolong dan gonggongan Cahaya karam di ujung sabit karatan Aku berdoa dengan pelepah pisang Segala mayang...

Warih Wisatsana

Puisi  ·

Kemolekan Landak kepada Muriel Barbery Sungguh tak ada nama kita di sini Percuma merunut kata hingga akhir cerita Bukankah kita lalat tak ingin putus asa berkali membenturkan diri ke kaca berulang terbangun dini hari mencari...

Puisi

Puisi  ·

Marsten L Tarigan Melawat 1258 Saka Sumpah Palapa, tahun 1258 Saka; nama kami telah disebutkan untuk segera ditaklukkan. Tapi tanduk kerbau telah kami letakkan di ujung atap-atap rumah kami, sebagai tanda rendah diri, sekaligus...

PUISI

Puisi  ·

Kamar Kecil Pada suatu kangen aku dijenguk oleh bahasa Indonesia yang baik hati dan tidak sombong serta rajin tertawa. Kusilakan ia duduk di atas kamus besar di meja yang penuh buku dan kamu. Matanya bingung melihat kamarku...

PUISI

Puisi  ·

Ahmad Yulden Erwin Hamlet Kita 1/ Langit mencipta lelaki itu dari cahaya Ketika nubuat kembali dilepaskan Setelah panah waktu diputar ulang Dunia tak lain ihwal yang gagal Ketika ia mulai bernyanyi di sana Dan mencipta batu...