logo Kompas.ID

Sosok

Tokoh Sosok

Setyo Hermawan, Peternak ”Zaman Now” dari Purworejo

Sosok·

Setyo Hermawan beternak sapi dengan cara anak muda ”zaman now”. Ia membuat narasi buat setiap sapinya dan menyebarkannya lewat media sosial.

Yoyok Hadisaputro, Guru Inovatif dari Surabaya

Sosok·

Yoyok Hadisaputro, guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kebonsari, Surabaya, Jawa Timur, yang 13 tahun terakhir telah membuat lebih dari 50 alat peraga agar murid-muridnya tetap semangat belajar.

Andhika Mahardika, Mengejar Nilai Tambah Rempah

Sosok·

Lewat rempah-rempah, Andhika Mahardika memberdayakan sekitar 300 petani di beberapa daerah.

M Yogi Fajri dan Dimas Suryo H Merawat Wisata Budaya dan Sejarah

Sosok·

Wisata virtual menjadi andalan di era pandemi. Tak hanya mencari untung, pegiat sejarah di Semarang, Dimas dan Yogi, berbagi ilmu dengan masyarakat sekitarnya.

Agus Affianto Menyapa Tanaman demi Budidaya Pertanian

Sosok·

Tangan dingin Agus Affianto berhasil membekali banyak orang di sejumlah daerah untuk mandiri dengan budidaya pertanian. Semua kegiatan yang dia lakukan terinspirasi dari KH Mustofa Bisri.

Ady Kristanto, Penghubung ke Dunia Burung

Sosok·

Ady Kristanto menjadi penghubung ke dunia burung. Bersama komunitasnya, ia mengumpulkan basis data langka, seperti migrasi burung di Jakarta.

Asri, Abdi Pendidikan dari Pelosok Dusun Pulau Lombok

Sosok·

Selama 13 tahun terakhir, Asri mendirikan lima sekolah gratis di pelosok dusun di Pulau Lombok. Berkat sekolah itu, anak-anak dusun bisa mengenyam pendidikan.

Taufan Teguh Akbari, Jembatan bagi Beragam Komunitas

Sosok·

Ingat Hari Komunitas Nasional? Ternyata salah seorang penggagasnya adalah Taufan Teguh Akbari. Ini cerita Taufan tentang bagaimana aneka komunitas didorong untuk saling bekerja sama.

Robby Mano, Sosok di Balik Populernya Madu Hutan Amfoang

Sosok·

Robby mempopulerkan kembali madu hutan Timor yang dulu jadi komoditas yang diperebutkan Belanda dan Portugis

Gunawan Maryanto, Diskusi di Ruang Sunyi

Sosok·

Wiji Thukul adalah beban bagi Gunawan Maryanto. Penggalan puisi berjudul ”Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa” tadi terngiang-ngiang di telinganya. Bahkan hampir-hampir menguasai seluruh hidupnya.

Halaman 3