Artikel dengan Tagar
bebas akses CERPEN DIGITAL

Ubi Jalar Madu

·

Sesampai di depan rumah, aku melihat ibu sedang memanen ubi jalar madu. Rumah ibu seperti berada di tengah-tengah lautan berwarna hijau keunguan.

bebas akses CERPEN DIGITAL

Kutang

·

Tiga hari ini, setiap melangkah ke belakang rumah, dua kutang itu masih ada di jemuran. Tiga hari ini aku memakai kutang. Tiga hari ini, kutang telah mendatangkan kebahagiaan di hatiku.

CERPEN DIGITAL

Rindu di Musim Wabah

·

Kata ibu, pandemi itu sudah menjangkiti 4 orang warga di kampung kelahiranku, semuanya meninggal dengan cepat dan dikubur tanpa kehadiran keluaraga dan tanpa ritual apa-apa.

CERPEN DIGITAL

Asmaraloka

·

Alif adalah pria yang pandai membaca situasi. Ia tak ingin melihat Putri menahan malu lebih lama.

CERPEN DIGITAL

Sebotol Arak Li Bai dalam Cawan Corona

·

Apakah Li Bai tetap menulis puisi, atau ia ikut bersama pasukan perang Dinasti Tang. Ini membuatku sangat terkejut, ketika kubuka catatan waktu.

CERPEN DIGITAL

Racun Tikus

·

Racun tikusnya masih ada tiga bungkus di kamar. Tinggal tiga karena yang satu sudah kupakai.

CERPEN DIGITAL

Tanah Harapan

·

Anak-anak nenek memang tak sampai mengemis untuk bisa makan, atau lebih buruk lagi, tapi anak-anak tertua harus bekerja di perkebunan tebu untuk menghasilkan sedikit uang untuk membiayai sekolah mereka.

CERPEN DIGITAL

Mulut

·

Mereka berdua seperti tengah bernostalgia di Puskesmas Ngundu. Masa-masa sekolah rakyat, kembali dalam ingatan mereka.

CERPEN DIGITAL

Burung Gereja yang Mengoceh ”Kamu Cantik, Kamu Cantik, Kamu Cantik”

·

Biasanya aku tidak berani mengatakan ”kamu cantik” secara langsung di hadapanmu.

CERPEN DIGITAL

Janji Hujan

·

Katamu, sejak kecil kamu suka melihat hujan. Ada makna mendalam di situ.

Halaman 1