Artikel dengan Tagar
bebas akses Cerpen Digital

Penggali Sumur yang Ingin Pensiun

Cerpen ·

Om Banus masih berdiri tercenung di sumur itu. Aku tergerak untuk menemuinya. Kudapati ember dan bergegas ke sumur. Ada bersama Om Banus adalah suatu kebahagian bagiku.

bebas akses Cerpen Digital

Tubagus Naim

Cerpen ·

Semakin dewasa, kami semakin memiliki minat yang terlihat berbeda. Minat Naim sepertinya semakin ke arah kekuatan fisik. Dia semakin menekuni bidang kanuragan.

Cerpen Digital

Nona Penyimpan Rahasia dan Tokek Raksasa

Cerpen ·

Semenjak sakit, Nona tak pernah bercerita lagi tentang teman-teman laki-lakinya. Sebenarnya aku tidak memahami apa yang diceritakan olehnya. Ia tak bercerita seperti dongeng-dongeng Ibu.

CERPEN DIGITAL

Imarai dan Bulir Cahaya

Cerpen ·

Imarai tak lagi mengingat sejak kapan bulir cahaya itu mulai ada di dekatnya. Saat ia terbaring di rumah sakit, dan setengah sadarkan diri, ia seperti sudah melihat bulir cahaya itu di dekatnya.

CERPEN DIGITAL

Menggantung Rasa di Ujung Sumatera

Cerpen ·

Segalanya mendadak beku. Obrolan yang tak kenal waktu tiba-tiba saja menjadi sangat kaku dan mulut keduanya memilih jadi bisu.

CERPEN DIGITAL

Sepeninggal Penulis Cerita yang Menjadi Gila

Cerpen ·

Barang-barang bekas di gudang yang pernah ditiduri Sapono sudah aku singkirkan.

Cerpen Digital

Kombinasi Antara Sepucuk Pistol dan Sebuah Nasib Buru

Cerpen ·

Mursid menekan pelatuk. Sebutir peluru melesat menembus batok kepala Pengendara Satu. Mursid tak sengaja melakukannya. Mursid panik.

Cerpen Digital

Berhaji

Cerpen ·

Perempuan itu mulai menjauhkan tubuhnya dari tangan keriput ibunya. Setiap kali ibunya berusaha menjangkau, dia kembali mengelakkannya. Matanya semakin garang menghunjam tatapan ibunya....

Cerpen Digital

Agama Air

Cerpen ·

Ada yang menepuk pundakku. Dan bangunlah tubuhku, bangunlah jiwaku. Aku berdiri pelan, sambil menata tubuh dan jiwaku sendiri. Pelan-pelan mata kuarahkan kepada siapa yang telah menepuk pundakku...

Cerpen Digital

Revolusi

Cerpen ·

Belakangan ini, sebisa mungkin, ia menghindari Nana. Begitu sering ia menyaksikan pembantaian manusia di dunia lewat monitor di ruang kerjanya, yang lamat-lamat membuat ia begitu serius menerjemahkan arti kosong.

Halaman 1