Artikel dengan Tagar
Bebas Akses

Perempuan Lukisan Nanga

Bebas Akses  ·

Kumiko sendirian berjalan pulang dan sosok rampingnya menghadap ke Nakashiwa yang telah ditinggalkan, kian jauh dan menjauh, diliputi bunga-bunga sakura merah yang mengalun-alun terkena angin.

Bebas Akses

Dalam Amuk Badai

Bebas Akses  ·

Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.”

Bebas Akses

Sebuah Kisah Angin Lalu

Bebas Akses  ·

Kompas/Supriyanto Cartoons Aku menceritakan ini padamu ketika tubuh sudah jadi abu yang beterbangan. Setelah raga habis terbakar dan angin membawanya ke sudut telingamu agar aku mudah membisikkan sebuah kisah hidup. Meskipun cerita itu...

Tak Ada Bulan Hari Ini

Bebas Akses  ·

Anakku, bulan tampak sangat pucat pagi ini. Tubuh lingkar yang memutih, tak lagi kuning langsat dan memantulkan cahaya ke atas air sungai, lautan, atau air yang menggenang.

Sepotong Malam

Bebas Akses  ·

Ia begitu ceria dan cantik. Hanya kafe, sepotong malam, menemukan mereka sebagai dua orang yang asing dalam kisah asmara.

Kunang-kunang

Bebas Akses  ·

Ketika sebagian dari warga kota memilih melupakannya, tujuh anak pengamen di bawah jalan layang malah mengenangnya sebagai pahlawan tanpa potret terbaik dalam sejarah peperangan. Ia dijuluki dengan nama pangeran kunang-kunang, atau...

Pelajaran Layang-layang

Bebas Akses  ·

Di pergantian musim, langit menjelma layar dan arena pertarungan bagi layang-layang. Hanya dua kemungkinan yang lahir di musim layang-layang, kalah atau menang.

Seseorang di Balik Topeng Asperger

Bebas Akses  ·

”Sekarang kamu sudah tampak seperti idolamu, Soe Hok Gie,” pesan seorang teman yang menyebut dirinya Gie, padahal nama aslinya Sugiharto. Aku tertawa membaca pesannya. ”Tapi aku tak mau mati misterius seperti dia,” balasku. Selama...

Seharusnya Dul Tak Perlu Pulang

Bebas Akses  ·

Lenguhan dan desahan napas dari dalam kamarnya masih terdengar. Membuat Dul terus melakukan apa yang harus dilakukannya. Hingga tak ada lagi bensin yang keluar dari kabel yang terpotong tak sempurna. Hingga tak ada lagi

Batu Air Mata

Bebas Akses  ·

Kompas/Cahyo Heryunanto Pintu yang aku ketuk dibuka oleh seorang perempuan. Muda dan cukup cantik meski penampilannya sederhana. Ia mengenakan daster motif batik. Rambutnya sedikit kusut dibiarkan tergerai. Tangannya mendekap bayi yang...