Artikel dengan Tagar
bebas akses CERPEN DIGITAL

Seseorang yang Selalu Ingin Pergi

·

Sekali lagi, ia ingin pergi.

bebas akses Cerpen Digital

Dua Belas Kebijaksanaan

·

Dua belas kebijaksanaan diikat dengan pita hijau. Pernah sekali waktu, dalam perjalananku ke kota masa lalu, aku hampir mati di tangan orang-orang Xiongnu karena mempertahankan hartaku itu dari jarahan mereka.

CERPEN DIGITAL

Mahar Kematian

·

Sejak bangun tidur, Mustofa merasakan kepalanya sakit, rasa nyeri menjalar di tulang belakang lehernya.

Cerpen Digital

Berdansa dengan Kupu-kupu

·

Sehari setelah kepergian ibunya, pintu Yeshika diketuk. Seorang perempuan muncul dan berbicara bak seorang tuan putri. Ia menduga, perempuan itu adalah guru balet yang dikatakan ibu.

Cerpen Digital

Belulang Dekat Bonggol Pohon Ketapang

·

Ketika aliran listrik tegangan tinggi itu menyetrum, tubuh orang ini mengejang-ngejang, bergetar-getar, berguncang-guncang layaknya mobil yang businya mati.

Cerpen Digital

Ibu dan Pigura Kayu

·

Beberapa bulan setelah itu, ibu sering bertengkar dengan ayah hingga akhirnya bercerai. Ayah meninggal setelah ibu resmi menikah dengan tukang kayu itu.

Cerpen Digital

Poligami

·

Tapi perasaan itu cepat saya hapuskan. Pak Hasan sendiri tidak pernah berubah perlakuannya di kantor. Dia adalah atasan yang baik, tegas, dan humoris.

Cerpen Digital

Kedasih

·

Cobaan Kedasih rupanya tidak berhenti sampai di situ, karena sebelum sempat dia mendapat kerja, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, Saidi meninggal dunia.

Cerpen Digital

Lelaki yang Menggenggam Rindu

·

Sejak saat itulah, lelaki yang semula dikenal periang itu berubah menjadi lelaki yang sangat pemurung. Ia tak mau bicara kecuali jika yang mengajak bicara adalah orangtua atau kerabatnya.

CERPEN

Tutur Wani

·

Mbak Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah mencium pipinya kanan kiri, ia menyeret tangan saya. ”Sampeyan harus berkenalan dengan keponakan baru, Wani.”

Halaman 1