Artikel dengan Tagar
CERPEN DIGITAL

Ruang Tunggu

·

Malam itu ia menyerah. Setelah puluhan tahun ia habiskan menunggu Ima di bandara, ia akhirnya menyadari suatu hal, dalam hidup ada yang mesti diperjuangkan juga diiklaskan, ada yang harus dinanti dan dibiarkan pergi.

CERPEN DIGITAL

Aroma Kopi Surga

·

Aku tak menyajikan kopi untuk sembarang orang, meski kau membayarku dengan emas berlian, karena aku harus melewati kematian serta neraka untuk meraciknya.

CERPEN DIGITAL

Petani dengan Cangkul Tua yang Rapuh

·

Hari-hari telah mereka lalui untuk mempersiapkan diri, menyambut kedatangan sang pemberi napas kehidupan di desa itu. Semua ladang-ladang sudah siap memberikan tenaga kepada tumbuhan-tumbuhan yang akan ditanam petani.

CERPEN DIGITAL

Kehilangan Pemeran Utama

·

Aku masih mencintainya, sangat mencintainya. Selama ini aku egois. Aku selalu ingin dimengerti, namun aku tidak pernah mengerti dia.

CERPEN DIGITAL

Meminjam Sayap Kupu-kupu

·

Barangkali memang tak ada hal lain yang bisa dilakukannya sepanjang hari selain memburu sayap kupu-kupu berwarna biru.

CERPEN DIGITAL

Hari Pertama Menjadi Dukun

·

Kadang, dalam keseharian, aku sering berseloroh, enak juga jadi dukun. Tapi, aku tak memiliki keahlian dukun. Aku tak memiliki keturunan dukun.

Cerpen Digital

Keluarga Seni

·

Namun di antara kami berlima, tak ada yang bisa berseni patung. Kami semua sudah takluk, sungguh susah membuatnya.

CERPEN DIGITAL

Nafsu Serakah

·

Geger mengenai warisan mendiang Amih Dinah yang diperebutkan adik-adiknya. Hambali merasa gerah takut istrinya mendapat bagian yang tak sesuai harapan.

CERPEN DIGITAL

Paket

·

Setelah Pak Pos pergi, segera kubuka paket itu. Aku terkejut melihatnya: Hanya palu dan arit serta selembar surat.

CERPEN DIGITAL

Tentang Seloki Pustaka dan Mimpi Tiga Pengarang Muda

·

Kami bersepakat memakai nama Seloki Pustaka tanpa melupakan slogan yang menyertainya: hanya menerbitkan karya yang pernah ditolak penerbit mayor.

Halaman 2