Artikel dengan Tagar
bebas akses Epilog

Intuisi untuk Mati

Kolom ·

Maestro pelukis Jeihan pernah berkisah, ”Saat mau dibawa ke kuburan, tiba-tiba saya bangun lagi.” Sementara pelukis Arie Smit pernah berkelakar, cara mati di Indonesia terlalu lamban. Saat itu, mereka merasa sudah siap.

bebas akses Epilog

Ayu tetapi Berhantu

Kolom ·

Seorang perempuan muda dengan tujuan akhir Stasiun Rawabuntu harus turun di Jurangmangu agar bisa berfoto dengan ”hantu” Ibu. Hantu perempuan tiba-tiba populer lagi.

Epilog

Musang Berbulu Ayam

Kolom ·

Ketika kita menyesap secangkir kopi luwak di kafe-kafe yang bertebaran di penjuru kota, sesungguhnya kita sedang memutar ulang ingatan tentang kekejaman Tanam Paksa.

Epilog

Cak Lontong Melipat Logika

Kolom ·

“Aku tuh gituan tiga kali dalam sehari,” kata Cak Lontong. Kalimat yang semestinya bermakna agak “horor” dalam bahasa batin kita, tiba-tiba menjelma menjadi humor yang menggelikan namun tidak terasa cabul.

Epilog

Revolusi Nyi Pohaci

Kolom ·

Kita tak tahu pasti di mana kini Nyi Pohaci yang cantik jelita, pemurah, dan penuh kasih sayang akan bersemayam. Nyi Pohaci, Dewi Sri, dan simbol kesuburan lainnya tinggal mitologi, tergusur oleh Revolusi Hijau.

Epilog

Monolog Sariyem

Kolom ·

Ini kesempatan terakhir saya untuk memberi tahu sampeyan bahwa OTT itu Organisasi Tanpa Toleransi, yang telah membunuh Bapak, Emak, dan saya. Jadi, sampeyan juga kudu hati-hati. Banyak OTT di jalanan Ibu Kota sekarang.

Epilog

Peristiwa-peristiwa Berjejalan

Kolom ·

Keyakinan akan kebenaran yang diproduksi di laman-laman media sosial telah mengalahkan kebenaran obyektif yang ditegakkan dengan susah payah. Kemana kita akan bergerak?

Epilog

Pasar Kejujuran

Kolom ·

Ajaran tentang kejujuran telah diturunkan lewat pasar tradisional sejak dulu. Pasar tradisional tidak sekadar pengundang kerumunan, tetapi lebih-lebih adalah pengemban moral etik rakyat dari zaman ke zaman.

ePILOG

Pohon yang Luka

Kolom ·

Realita sejarah menunjukkan kepada kita bahwa rempah-rempah, terutama lada dan cengkeh, pernah menjadi komoditas misterius yang diburu oleh semua bangsa di dunia.

ePILOG

Perjamuan Semesta

Kolom ·

Makanan tak hanya berperan sebagai pembunuh rasa lapar, tetapi juga mengandung dimensi ritual dan sosial yang subtil. Bahwa perbedaan-perbedaan yang kodrati pada diri manusia, bisa luluh karena makanan.

Halaman 1
Tanggal Terbit

Saya ingin melihat daftar artikel yang terbit pada tanggal…