Artikel dengan Tagar
CERPEN DIGITAL

Penyanyi Jenazah

·

Upah Raja lima ratus ribu rupiah untuk satu jenazah yang dia nyanyikan. Sehari setidaknya, ia mendapatkan panggilan dua hingga tiga jenazah.

Cerpen Digital

Blenduk

·

Aku mengelus perut yang makin buncit, membayangkannya sebagai Blenduk yang sangat akrab dengan kami. Ialah arsitek kubah blenduk pada perutku

Cerpen Digital

Warna Senja

·

Suamiku sangatlah baik padaku. Tentu saja. Ia hanya mulai sering terlambat menyediakan stok warna senja gara-gara aku yang terlalu cepat melukis

Cerpen Digital

Perempuan Ikan Asin

·

Rasa asin tidak mereka jumpai di laut, di pasir pantai, atau di karang-karang hitam nan tajam. Rasa asin tidak mereka temukan di buku-buku dan sandal-sandal.

Cerpen Digital

Promo: Beli Satu, Gratis Satu

·

Tujuh hari sudah widuri ditanam dalam tanah, tapi aromanya masih beterbangan sepenjuru rumah. Di kaca jendela, bersama aroma pembersih kaca, di depan kulkas bercampur sisa-sisa ikan peda, di sobekan catatan belanja,

Cerpen Digital

Pertemuan 17 Tahun Kemudian

·

Aku sadar, akhir hubunganmu dengan seseorang belum lama terjadi, maka mungkin tak bisa selekasnya kau buka lagi pintu hati. Namun, aku tak ingin melihatmu larut dalam duka.

Cerpen Digital

Tujuh Hari Meninggalnya Nenek

·

Tanah nenek kelak akan dibagi sesuai hukum agama tentang pewarisan tanah kepada lima orang anaknya, termasuk ibu. Pakde Efri anak tertua, sedangkan ibu anak nomor empat.

Cerpen Digital

Gea dan Ranting Pohon Kemenyan

·

Dua minggu lalu, Gea panik berat setelah mengetahui bahwa ia positif hamil. Sementara, seperti cerita klasik kebanyakan, Adit, pacarnya yang aktivis kampus itu, menghilang mendadak saat diberi tahu.

Cerpen Digital

Dua Belas Kebijaksanaan

·

Dua belas kebijaksanaan diikat dengan pita hijau. Pernah sekali waktu, dalam perjalananku ke kota masa lalu, aku hampir mati di tangan orang-orang Xiongnu karena mempertahankan hartaku itu dari jarahan mereka.

Cerpen Digital

Berdansa dengan Kupu-kupu

·

Sehari setelah kepergian ibunya, pintu Yeshika diketuk. Seorang perempuan muncul dan berbicara bak seorang tuan putri. Ia menduga, perempuan itu adalah guru balet yang dikatakan ibu.

Halaman 1