Di Nusa Tenggara Barat, pesona sampah plastik mulai menemukan kilaunya. Selain meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan mencegah bencana alam, sampah plastik dikumpulkan untuk biaya pendidikan mahasiswa tidak mampu. Baiq Siti (23) masih tidak bisa menyembunyikan rasa jengkel itu. Ia masih [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses