Sastra Cerpen Tutur Wani

CERPEN

Tutur Wani

Mbak Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah mencium pipinya kanan kiri, ia menyeret tangan saya. ”Sampeyan harus berkenalan dengan keponakan baru, Wani.”

Oleh Putu Oka Sukanta
· 1 menit baca
Mbak Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah mencium pipinya kanan kiri, ia menyeret tangan saya. ”Sampeyan harus berkenalan dengan keponakan baru, Wani.” Kemudian Wani yang duduk di kursi sambil mengunyah kerupuk berdiri dan mengulurkan tangannya. ”Betha.” [...]