logo Kompas.ID

Opini

Opini

Bahasa RRI

Opini·

Radio Republik Indonesia mengembang peran sebagai radio pelayanan umum. RRI juga berperan dan berfungsi sebagai penjaga, penyebar, pengguna dan pengembang bahasa Indonesia yang baik dan betul.

Mewaspadai Virus Korona

Opini·

Penularan virus korona tipe baru pada manusia yang lebih cepat dari dugaan semula menuntut perhatian khusus untuk mencegah jatuh korban yang tidak perlu.

Surat Kepada Redaksi

Opini·

Pajak dan Retribusi Daerah Industri pariwisata jadi salah satu andalan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perekonomian, bahkan ke depan bisa menggantikan pendapatan dari sumber daya alam.

Gizi Anak yang Memprihatinkan

Opini·

Negara harus menempatkan gizi sebagai prioritas pembangunan. Kalau tidak, kita dengan sadar membiarkan generasi bangsa ini menjadi pecundang di Era Revolusi Industri 4,0 ini.

Banjir dan ”Tragedy of the Common”

Opini·

Solusi banjir Jabodetabek, khususnya Ibu Kota, membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan efektif, baik jangka segera, jangka pendek, maupun jangka agak panjang. Bukan perdebatan berpanjang lebar yang tak jelas tujuannya.

Langkah Otonomi Daerah 2020

Opini·

Desentralisasi dan otonomi daerah di NKRI pada era Reformasi ini terasa ala ”negara federal” karena kewenangan yang ditransfer ke daerah besar, luas, dan banyak.

Kebudayaan Belum Jadi Panglima

Opini·

Orde Reformasi melahirkan oligarki, kelompok elite mapan, dan pasar bebas. Di sisi lain menguat pula politik identitas, fundamentalisme, dan radikalisme serta kelompok intoleran. Kebudayaan belum diurus optimal.

Inggris Masuki Masa Transisi

Opini·

Inggris mulai 1 Februari 2020 memasuki masa transisi dalam rangka persiapan keluar sepenuhnya dari Uni Eropa. Brexit pun akhirnya mendekati kenyataan.

Refleksi 94 Tahun NU

Opini·

Pendapat dan sikap PBNU bahwa NU adalah ”ashabul qoror”, bukan ”ashabul haq”, harus dibahas dalam muktamar. Masalah ini amat mendasar dan menentukan masa depan NU, bahkan masa depan Indonesia.

Tensi Tinggi di ZEE Natuna

Opini·

Terkait dengan irisan sembilan garis putus-putus (nine-dash line) yang diklaim China di wilayah ZEE di Laut Natuna Utara, bermakna "zero" bagi Indonesia.

Halaman 1