Kompas/Cahyo Heryunanto   Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.” Dari balik jendela berterali itu, di [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses