Sastra Cerpen Dalam Amuk Badai

Cerpen Digital

Dalam Amuk Badai

Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.”

Oleh Mashdar Zainal
· 1 menit baca
Kompas/Cahyo Heryunanto   Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.” Dari balik jendela berterali itu, di [...]